FF – Android Love (Chapter 4)

poster android loveAuthor          : Queenseu_

Tittle            : Android Love

Genre            : Roman

Rate              : Teen

Length           : Chapter

Main Cast    : Kim Myungsoo / L (Infinite) – Park Jiyeon (T-ara)

Disclaimer     : Bagaimana jika aku menyukai dirinya, apakah ia bisa menerima perasaanku? Dia yang bahkan tidak tahu jati diriku. Aku berharap ia melepaskan tameng itu, dan menangis banyak di hadapanku, sehingga aku bisa memeluknya.

BE CAREFUL OF TYPOS!

~Happy Reading~

-Android Love-

-PREVIEW-

“Hhh… aku jadi teringat bualan Krystal tentang dirimu, katanya sesuatu tentangmu akan membuatku kecewa dan…”

‘Gggrrgghhhz!’ ‘Ckklek’ suara Guntur menggelegar dengan keras membuat Jiyeon dengan spontan merapatkan diri pada Myungsoo, dan seketika semua gelap.

Hening. Myungsoo berhenti bicara. Tak terdengar suara Wang lagi. Myungsoo dan Jiyeon berbalik kembali masuk ke dalam kamar, untuk menemukan Wang.

“Sensornya mati. Di keadaan gelap dia pasti akan mati,”

Tiba-tiba Jiyeon membeku. Teringat sesuatu. “Jiyeon-ssi…”

-CHAPTER 3-

            -Jiyeon POV-

Tiba-tiba keadaan menjadi gelap. Myungsoo berhenti berbicara, lalu segera berbalik setelah menyadari Wang tak lagi menggonggong. Aku pun membuntutinya, menuju ke dalam kamar untuk menghampiri Wang, sambil tetap memegang baju Myungsoo.

Ia berlutut, lalu mengangkat Wang, “Sensornya mati. Di keadaan gelap dia pasti akan mati,” Ya, di keadaan gelap otomatis sistem Wang akan mati.

‘Yang terakhir, android tidak dapat aktif dalam gelap! Sensor android akan mati jika gelap’

Seketika aku membeku saat teringat peraturan ketiga yang di lontarkan appa waktu itu.  “Jiyeon-ssi…” Suara Myungsoo, memanggil namaku lirih. Sangat pelan, hampir tidak terdengar. Kini aku bahkan tidak bisa menoleh untuk menatap matanya dan tetap pada posisi awal, memandangi lantai. Pikiranku berantakan. Semua bayangan dan kejadian-kejadian yang tidak pernah aku pikirkan, keadaan dan dampak terburuk melintas di kepalaku. Sungguh bodoh.

Hanya satu yang pasti. Dengan sisa kekuatan yang masih tersisa, aku beranjak bangun dari tempatku. Lalu berlari dengan tergesa-gesa. Aku tidak mungkin berbohong lagi. Mengatakan segala macam alasan bahwa aku adalah android super pada Myungsoo. Kupikir ini sudah berakhir. Tak ada yang lain, tak akan ada kebohongan lain yang kubuat. Aku berlari, menabrak benda-benda kayu yang tak terlihat karena keadaan yang sangat gelap. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi, satu hal yang pasti dan kuyakini, bahwa aku harus pergi, secepatnya. Tanpa kusadari air mataku jatuh. Pikiranku kacau. Dan aku terus terjatuh karena menabrak perabot rumah tangga.

Aku salah. Aku sangat salah. Sejak awal aku salah. Sejak pertama kali menawarkan diri untuk menjadi android maid. Menyesal. Myungsoo, mianhae…

‘Aaarrgh!’ tubuhku terguling cepat. Sangat cepat sampai aku tidak menyadari kalau aku berguling di tangga menuju lantai utama. Aku masih terus menangis, bahkan sampai tidak dapat menghentikan tubuhku yang berguling agar mendarat dengan baik. Aku bangkit sambil memegangi pegangan di sisi anak tangga. Benar-benar gelap, dan di tambah air mata yang memenuhi pelupuk mataku. Aku merasakan nyeri yang sangat pada pinggang dan pergelangan kakiku. Kurasa siku dan lututku juga terluka. Mengapa listriknya belum juga menyala? Bodoh!

Aku masih berlari menuju pintu keluar, dan melewati gerbang. Air mataku bercampur dengan air hujan. Aku terus menangisi kebodohanku. “Kau… sungguh bodoh! Benar-benar bodoh!” mengapa aku tidak memikirkan akibatnya? Mengapa aku tidak berpikir orang ceroboh seperti aku akan menyebabkan ini semua?

Sial! Ini gelap, malam, dan aku tidak tahu harus kemana. Aku pun berhenti di halte bus yang sudah sepi, dan mendudukan tubuhku disana. Tidak ada kendaraan yang melintas, kurasa bus pun sudah tidak ada. Aish Jiyeon kau sungguh sial hari ini. Seharusnya dari awal aku tidak terlibat dalam urusan ini, sehingga aku tidak perlu mengenal Myungsoo. Atau mungkin aku akan baik-baik saja selama aku tidak melibatkan perasaanku, tapi apa? Aku tidak bisa. Tak bisa ku elak lagi, aku menyukainya. Dan dia, akan bertunangan, dengan Krystal. Dan selamanya, aku tidak akan pernah mendapatkan hati Myungsoo.

Mengapa? Karena dari awal ia tahu aku seorang android yang notabene-nya adalah pelayannya, dan sampai masaku habis, aku tidak bisa muncul lagi di hadapannya karena ia mengenalku sebagai android. Atau karena ini sudah terjadi, ia mengetahui aku bukan android karena semua kecerobohan yang aku lakukan, aku yakin ia akan sangat membenciku, dan semakin membenci wanita.

Aish! Aku sungguh bisa gila! Tidak ada lagi kesempatan bagiku untuk berada di sisinya, tidak mungkin Myungsoo tidak membenciku, wanita berada di sampingnya saja dia benci, apalagi wanita penipu yang tinggal di rumahnya!

Ah sial! Aku tidak bisa berhenti menangis, bahkan rasanya aku ingin meraung sekeras-kerasnya! Aku tidak bisa berpikir dengan jernih, aku harus kemana saat ini. aku bahkan tidak tahu daerah ini. Tuhan bantu aku… Appa… Eomma…

“Jiyeon-ah…”

-Author POV-

Myungsoo masih membeku, dan berlutut di tempatnya. Beberapa saat lalu ia mengatakannya. Pasti ia salah, karena itu Jiyeon berlari pergi. Sungguh belum tahu apa yang terpikir olehnya saat ini, ia masih bingung dan tentu saja terkejut. tidak tahu jika akan mendapat jawaban yang diluar dugaannya.

“Aaarrgh!” Jiyeon! Itulah pemikiran pertamanya. Ia panik mendengar jeritan Jiyeon, tapi tubuhnya kaku, dan tidak bisa bergerak. Hanya ia takut maid-nya terluka, dan itu merupakan beban baginya.

Suara pintu berderit, mengartikan Jiyeon telah keluar dari rumahnya. Kini namja itu terduduk lemas, tanpa energi yang dapat menopang tubuhnya lagi. Pikirannya kalut, dan perasaannya campur aduk. Myungsoo terus berpikir keras, perang pada batin dan otaknya.

Hujan semakin deras, dan mati listrik. Semua akan bertambah buruk karena pasti Jiyeon hanya berlari tanpa membawa apapun, dan tidak tahu jalan. Apakah ia harus mengejarnya? Atau ia hanya akan terduduk pasrah seperti ini? sungguh dirinya tidak dapat memutuskan hal seperti ini.

***

Jiyeon masih terdiam, tidak bergerak. Namun tubuhnya bergetar hebat. Hujan tak kunjung berhenti, serta jalanan gelap dan sepi. Ia hanya bisa berharap ada yang dapat membantunya, atau tidak sama sekali.

Deru motor semakin keras mendekati tempat Jiyeon duduk saat ini, halte bus. Lampu motor itu menyorot penuh wajah Jiyeon hingga mengalihkan tujuan si pengendara. Motor putih yang cukup besar itu berhenti tepat di depan Jiyeon, tanpa mematikan mesinnya seorang namja tinggi turun dari salah satu sisi.

“Jiyeon-ah! Jiyeon-ah, ireona!” Chanyeol menggerak-gerakkan tubuh Jiyeon kencang setelah melepas helm-nya. “Jiyeon-ah, ireona! Apa yang terjadi?! Jiyeon-ah!” ia berlutut agar bisa melihat wajah Jiyeon yang menunduk. Panik, tubuh yeoja itu semakin bergetar karena udara dingin, dan yeoja itu belum terbangun.

Jiyeon-pun merasakan seseorang memanggilnya, dan terbangun dari tidur tak lelapnya. “OPPA!!! Hiks… hiks…” setelah sepersekian detik mencari fokus, ia tersadar dan langsung memeluk Chanyeol dalam balutan jas kulitnya. Namja itu langsung menggerakan kedua lengannya membuka, lalu menangkup tubuh Jiyeon.

“Wae ireoni Jiyeon-ah? Apa yang terjadi padamu? Apa kau baik-baik saja?” tanya Chanyeol lembut sembari mengelus rambut basah Jiyeon. Sedangkan yeoja itu hanya menggeleng, dan terus memanggil namanya sambil menangis di dadanya. “Akan aku antar pulang ke rumah Myungsoo,” Chanyeol hampir beranjak berdiri, sebelum Jiyeon menarik jaketnya hingga ia berlutut kembali. Yeoja itu menggeleng lagi.

Wajahnya berantakan, matanya sembab, sungguh tak tega Chanyeol melihat yeodongsaeng-nya yang ceria menjadi seperti ini. Chanyeol mengalihkan pandangannya pada lutut Jiyeon. “Bagimana bisa seperti ini? lututmu terluka” Pria itu mengambil lengan Jiyeon. “Ini juga!” Serunya menunjuk sikut dan beberapa tanda merah pada lengan Jiyeon. ‘Myungsoo’ hanya satu nama yang ada di pikiran Chanyeol yang membuat Jiyeon seperti ini. “Mari pulang, ke rumah appa-mu,” mendengar ucapan Chanyeol, Jiyeon pun melepaskan cengkaramannya pada jaket kulit Chanyeol. Namja itu bangun, dan melepaskan jaketnya, lalu memakaikan jaket itu pada Jiyeon. Ia pikir Jiyeon harus kembali ke rumahnya untuk menenangkan diri, bukan apartementnya, walaupun jarak ke rumahnya sendiri cukup jauh. Ia juga sebenarnya berniat akan berkunjung ke rumah Myungsoo karena memiliki perasaan tak enak sedari rumahnya, dan ternyata ia menemukan perasaan itu, Jiyeon –yeodongsaeng nya sedang dalam masalah.

Jiyeon berdiri perlahan, tubuh bergetarnya perlahan tenang setelah memakai jaket Chanyeol. Sedangkan namja itu memakaikan helm-nya ke kepala Jiyeon. “Oppa saja, nanti kau basah, aku sudah basah.” Jiyeon menyanggah tangan Chanyeol.

“Mana tega aku melihat kau menggigil dan sakit kepala? Palli, pakai saja.” Jiyeon pun mengangguk. Mereka menuju motor Chanyeol, dan memutar arah menuju rumah Jiyeon, berharap hujan cepat berhenti.

-Myungsoo POV-

            Aku segera berlari keluar pagar, menerobos hujan tanpa berpikir panjang. Mungkin Jiyeon salah. Tapi setelah mengetahui kenyataannya secara pasti bagaimana bisa aku membiarkannya berjalan di tengah hujan, tanpa tahu jalan.

“Jiyeon-ah!! JIYEON! PARK JIYEON!!” aku terus berteriak. Berharap dia masih di sekitar sini. Sesungguhnya aku pun masih bingung. Apa yang kurasakan, dan apa yang seharusnya aku lakukan. Mencari Jiyeon, apakah tindakan ini benar? Atau aku akan kembali kecewa?

Pergi. Apa dia sudah pergi? Tidak mungkin dia bisa berjalan lebih jauh dari ini. halte bus ini kosong. Ah kemana yeoja itu? Aku akan sangat merasa bersalah jika sesuatu terjadi padanya. Aku juga masih harus berbicara dengannya, atau tidak perlu? Ah apa yang kau pikirkan Kim Myungsoo?!! Pikiranmu kacau. Sangat kacau.

Sepertinya aku harus menghubungi ponsel namja itu.

“Eoh Chanyeol…”

***

            -Jiyeon POV-

Hampir satu setengah jam perjalanan untuk sampai ke rumah ku. Aku dan Chanyeol oppa pun sampai. Baju kami juga sudah kering karena angin, dan ini semakin malam. Aku sungguh lelah. Sangat. Selama perjalanan aku terus menangis di punggung Chanyeol oppa. Untuk alasan apa, aku masih tak mengerti. Yang jelas, rasanya aku ingin melarikan diri.

Apa karena Myungsoo? Atau karena semua kebohongan ini? ini membingungkan. Rasanya kepalaku akan pecah, dan aku harus segera tidur, walaupun aku tidak yakin akan semudah itu.

Chanyeol oppa melepaskan helm dan jaket yang aku pakai tadi. Sekarang dia bergetar, angin malam pasti sangat menusuk menembus kaus hitam oblongnya. “Masuklah,”

Sangat lembut, terdengar asing di telingaku walaupun aku suka suaranya. Aku hanya menunduk. Bingung harus mengambil langkah pertama apa. “Jiyeon-ah…” aku langsung memeluknya. Sekali lagi. Badannya dua kali lebih hangat dari sebelumnya. Menyandarkan kepalaku di dada bidangnya yang selalu siap menjadi banjir setiap aku menangis.

“Oppa gomawo…” aku mengatakannya sangat lirih, hampir tidak terdengar.

“Aku selalu ada disaat kau membutuhkanku Jiyeonnie, aku selalu datang tepat waktu,” aku mengangguk membenarkan ucapannya. “Geurae, sekarang masuklah, ganti bajumu, obati dulu lukamu dan istirahat, aku tahu kau pasti sangat lelah,” Ia melepaskan pelukanku lalu mencium keningku singkat. Hal yang selalu ia lakukan untuk menenangkanku. “Jaljjayo…”

Aku pun masuk ke dalam rumah disambut tatapan heran appa yang masih setengah tertidur. “Jangan tanyakan aku.” Sergahku sebelum dia mulai bertanya layaknya wartawan seperti biasa. Ia mengangguk jengkel, dan aku langsung masuk ke kamar untuk mengganti baju.

-Author POV-

Pagi datang begitu cepat, sinar dan hangatnya sang mentari menelisik masuk melewati celah tirai jendela kamar bernuansa klasik itu. Cat putih tanpa kertas dinding, dengan banyak foto potret yang tergantung di sana. Meja rias dan lemari yang serba putih tertata rapi di sudut ruangan. tidak terlihat seperti kamar seorang gadis atau pria, biasa saja. Sama sekali biasa. Kamar itu jelas-jelas menggambarkan sang pemilik ruangan.

“Eunnggg… Appa…” Jiyeon meleguh pelan di balik selimut putih berbulunya. Suaranya berhenti, kepalanya pening sampai ia tak sanggup untuk berteriak memanggil sang ayah.

“Park Jiyeon! Apa kau seorang gadis?! Sekarang sudah siang, dan kau berhutang penjelasan padaku untuk yang semalam!!” seruan appa-nya pun hanya menjadi angin lalu bagi gadis itu. ‘Brakk!!’ pintu kamar Jiyeon terbuka keras, dan Yoochun masuk bersiap untuk berteriak kembali. Sebelum akhirnya ia mengurungkan niatnya, setelah melihat putrinya meringkuk lemah, dengan wajah putih pucat tanpa energi.

“Astaga! Apa yang terjadi padamu? Oh tuhan, kau sakit?!” Sekarang pria paruh baya itu menjerit histeris layaknya seorang ibu sembari menghampiri ranjang Jiyeon. Yah, terkadang Park Yoochun, pria keras satu itu akan luluh juga jika sesuatu terjadi pada putri semata wayangnya. ia akan menjadi laki-laki yang sangat telaten untuk menjaga Jiyeon.

“Appa… kepalaku…” ujar Jiyeon seperti berbisik.

“Waeyo? Kau pusing? Sakit? Di bagian mana? …Oh astaga, kau panas sekali! Airen!!!” Seru Yoochun keras memanggil salah satu robot pembantunya. Lalu beberapa detik kemudian robot itu datang, dan bertanya. Setelah di beri perintah, ia kembali keluar, dan datang lagi membawa sebuah kotak kesehatan.

Yoochun memasukkan pengukur suhu tubuh –termometer pada mulut Jiyeon, lalu mengambilnya kembali. “Aigoo, demam tinggi sekali! Kau jangan bangun dari tempat tidur! Istirahat seharian! Aku akan memanggil dokter!”

***

“Pulanglah…” ucap Myungsoo pelan pada gadis tinggi-ramping yang sedang duduk sembari menggenggam tangan Myungsoo di samping ranjangnya. Gadis itu menggeleng, masih menatap Myungsoo yang terbaring lemah. Sungguhpun Myungsoo merasa risih gadis itu berada disisinya. Ia memang pria tipe begitu, sekali tidak suka, ia takkan suka, sekalipun gadis itu sangat perduli, dan ia sedang membutuhkan seseorang.

“Myungsoo oppa, kumohon sekali ini izinkan aku menemanimu, kau sedang sakit… aku akan menghubungi eomeoni,” Krystal mengambil ponselnya di atas meja di sisinya. Myungsoo demam karena semalaman mencari Jiyeon, maid-nya yang entah kabur kemana. Dan memutuskan pulang setelah hujan berhenti. Krystal pun tak perduli dengan keberadaan Jiyeon yang tidak ada di rumah. Bagus, tidak menganggu dia dan Myungsoo, pikirnya.

“Anhi, aku hanya sakit ringan, mengapa kau harus membuat semua jadi khawatir?” Myungsoo langsung mengambil ponsel dari tangan Krystal dan kembali menaruhnya.

“Kau demam tinggi, kau bilang itu ringan? Kau seharusnya ke rumah sakit oppa,”

“Jangan mecoba lakukan apa yang tidak aku suka,” Krystal tersenyum mendengar jawaban Myungsoo.

“Oppa, aku sungguh minta maaf, tapi kupikir sakitmu membawa dampak baik bagi hubungan kita. Kau bisa bersikap lebih lembut padaku saat ini, sungguh aku senang sekali. Kau bahkan mengatakan hal itu saat kau marah, persis seperti waktu dulu, jika kau marah, kau…”

“Krystal, aku mengizinkanmu disini, bukan untuk mengusikku. Biarkan aku istirahat,” Myungsoo memotong, dan Krystal pun menyerah untuk bercakap dengannya, dan tetap memasang senyum di wajahnya.

‘Drrrttttt…. Drrrttt…’ Ponsel Myungsoo bergetar. Krystal mengarahkan pandangannya pada Myungsoo, namja itu rupanya telah terlelap tenang. Krystal pun mengambil ponsel Myungsoo yang masih bergetar dan menampakkan nama ‘Chanyeol’ dalam Hangeul di layarnya. Ia pun menerimanya.

“Yak! Kim myungsoo, aku butuh penjelasanmu! Apa yang kau lakukan…” Seru Chanyeol keras di ujung pesawat telepon.

“Apa kau gila? Berteriak seperti orang kesetanan, Myungsoo oppa sedang tidur!”

“Yy.. Yyak! Krystal? …apa yang kau lakukan? Dimana Myungsoo?”

“Dia sedang sakit, demam! Aku sedang menemaninya! Hah, sudahlah kau mengganggu saja! Bipp!” Krystal memutus sambungan teleponnya dengan Chanyeol.

***

Seorang pria tinggi tegap, memarkirkan motornya tepat di samping taman kecil yang tertata setelah melewati gerbang utama. Pria itu segera melepaskan helm dan jaket kulit coklat tuanya. Rambut hitamnya berkilauan disapu sinar matahari separuh yang hampir tak terlihat di sore hari begini. Ia menenteng jaket itu, mengacak rambutnya sebentar, membenarkan posisi kausnya, lalu melangkah masuk melewati pintu tanpa mengetuk.

“Annyeong! Jiyeon-ah! Yeobo!! Neon eodiya?!!” Chanyeol berseru sambil mengamati seisi rumah yang sunyi itu.

“Yyak!! Kau anak kurang ajar! Bertamu, bukannya memberi salam, malah berteriak! Sialan kau, memanggil anakku ‘yeobo’ kau sepupunya! Lagipula siapa pula yang ingin memiliki menantu sepertimu!” Dari belakang Park Yoochun, dengan setelan jas prakteknya, memukuli kepala Chanyeol dengan koran yang sedang dipegangnya. “Kau bisa membangunkan, putriku, pabboya!”

“Aish! Samcheon! Aku sudah memberi salam, kau saja yang tidak dengar! Aku juga hanya bercanda saja, memanggil ‘yeobo’. Ah, mengapa kau menganggapku sehina itu? Jinjja!” Chanyeol mulai bergerak menghindar dari pukulan ayah Jiyeon.

“Hah! Semakin besar, semakin kurang ajar kau!”

“Ne… ne! Hajima! Aku akan memberi salam lagi! Berhenti memukul,” sejurus kemudian Chanyeol –yang sudah meletakkan kedua tangannya di depan perut mulai membungkuk membuat sudut siku, “Annyeonhaseyo, Yoochun samcheon… Uri Jiyeon eodiga?” katanya, pelan dan jelas, sambil tersenyum lucu.

“Di kamarnya, ia demam, sekarang sedang beristirahat, sebaiknya kau pulang sana! Jangan ganggu!” seru Yoochun acuh sambil menunjukkan pintu keluar dengan dagunya. Bukannya ia membenci Chanyeol, keponakannya, hanya saja mengingat dia anak dari kakak perempuannya, yang sangat berisik dan banyak mulut itu, ia ikut sebal juga melihat anaknya. Sama menjengkelkannya seperti ibunya, menurutnya. Chanyeol juga bukan anak penurut, sangat bertingkah, sehingga seringkali membuat pria berumur itu cepat emosi karena kelakuannya.

“Jinjja? Jiyeon sakit?! Aku harus menjenguknya, samcheon! Lagipula bagaimana kau bisa mengusirku padahal belum sampai lima menit tadi aku memberi salam dengan sopan? Hhh…” kata Chanyeol protes.

“Dasar kau ini! Kubilang…”

“Appa…” Kedua pria yang sedang beradu mulut itu mengalihkan pandangan satu sama lain menuju sumber suara lembut itu. “Aku sudah lebih baik, mengapa harus mengusir oppa? Dia yang mengantarku semalam,”

“Jadi kau yang membuat Jiyeon kehujanan? Sampai sakit begini?!” Salah paham, Yoochun mulai memukuli Chanyeol dengan korannya, lagi.

-Krystal POV-

Hari ini adalah salah satu hari terbaik sepertinya. Myungsoo oppa yang sakit membawa dampak baik juga sepertinya. Dia tentu membutuhkan seseorang untuk mengurusinya. Beberapa kali memang ia menyuruhku untuk pulang. Tapi energinya tidak cukup untuk memaksaku seperti biasnya. Sekarang dia sedang beristirahat di kamarnya setelah tadi makan siang dan minum obat.

Jiyeon? yeoja itu sudah entah kemana, dan aku pun tidak mengurusi hal itu. itu malah bagus karena ia tidak menggangguku dan Myungsoo oppa. Yang kutahu, sepertinya kedoknya sudah ketahuan, dan ia kabur entah kemana, bukan urusanku. Myungsoo oppa juga seperti tidak peduli, atau bahkan oppa membencinya, karena telah menipunya. Kuharap juga begitu.

Aku kembali masuk ke dalam kamarnya, kamar yang baru pertama kali aku masuki, karena aku tidak bisa memasukinya walaupun aku sangat ingin menginjakkan kakiku disini. Pasti yeoja murahan–Jiyeon itu sudah sering memasuki ruangan pribadi ini.

Pria itu, dengan baju rajut putih yang melekat sempurna di tubuhnya, kini sedang menghirup udara sore yang segar, ya, kupikir begitu. Ia berdiri dengan pembatas balkon menopang berat tubuhnya. Aku mendekatinya perlahan, melingkarkan tangan rampingku ke pinggang kerasnya. Dia terkejut sebentar, lalu kembali tenang.

“Krystal-ah…” panggilnya, tangannya mulai melepaskan eratanku. Dia merasa rishi. Apakah sampai begitu tidak sukanya padaku? Aku sungguh ingin membuat momen ini walaupun hanya sebentar.

“Oppa… Jjamkkanman, tunggu sebentar lagi jebal, aku merindukan saat-saat seperti ini, tidakkah kita bisa seperti dulu?” Terdengar seperti merajuk, ah bukan, tapi merayu. Mengapa harus malu jika memang aku menginginkannya.

“Anhi,” singkat, dan jelas. Lalu namja itu dengan sekali gerak melepaskan pelukanku. Hah, kau sungguh sial Krystal. Aku pun menyerah, dan maju selangkah agar berdiri di sisinya. “Tadi pagi, apa Chanyeol menghubungi ponselku? Apa yang dia katakan?”

“Eo? Molla, katanya dia minta penjelasanmu, hanya itu, lalu kututup karena dia berteriak, membuat jengkel saja,” kini aku merenggut sebal, tepat menghadap ke wajahnya. Tapi dia malah mengalihkan pandangannya cepat kearah lain. Kau harus tahan dengan sikap namja ini Krystal. Kalau bukan karena aku mencintainya, mana sudi aku di perlakukan seperti ini. dipandang sebelah mata, dan dianggap tidak ada keberadaannya.

“Hhh… Jiyeon…” Suaranya lirih. Bersamaan dengan hembusan angin, namun aku masih dapat mendengarnya. Mengapa dia malah menyebut nama jiyeon? Mood-ku benar-benar di rusak dengan nama satu itu!

“Oppa! Bukankah kau membencinya? Berani sekali dia menipumu! Menipu kita semua! Sudah kubilang padamu sebelumnya, tapi kau malah pergi begitu saja,”

“Diamlah, aku sedang tidak membutuhkan provokasi darimu,”

“Oppa, kau tidak marah padanya? Kau seharusnya melaporkan dia pada pihak berwajib! Pada android guard! Oppa, bukankah dia telah melanggar hak-mu? Aku tahu kau tidak suka berada satu atap dengan seorang yeoja, tapi dia…”

“Bisakah kau tutup mulutmu? Mulutmu adalah salah satu alasan mengapa semua orang membencimu, kau tahu? Urus saja urusanmu, Jiyeon benar-benar bukan urusanmu,” katanya tegas, namun tetap dengan suara dan wajah datar garis kerasnya.

Seketika aku berhenti bicara setelah dia memotong kalimatku. Apakah namja ini sungguh-sungguh tidak membenci Jiyeon? Atau dia hanya sedang bingung –dan tentu saja berpikir apa yang akan dilakukannya pada Jiyeon? Kuharap dia melaporkan maid sialan itu.

-Chanyeol POV-

“Ceritakanlah Jiyeonnie,” ucapku pada Jiyeon yang kini duduk tepat dihadapanku, di meja makan keluarga Park. Di sampingnya tentu saja ada samcheon kolot –sang professor pembuat onar ayah Jiyeon.

“Yyak! Bagaiman kau bisa mengatakan hal itu!” Yoochun Samcheon sudah menaikkan satu tangannya bersiap memukulku, sebelum akhirnya jemari Jiyeon menyentuh lengannya, menenangkan orang itu. “Jika kau masih pusing, kau tidak perlu cerita,” nada suaranya benar-benar berubah dengan yang tadi. Orang yang aneh, keluarga yang aneh. Biasanya mereka setiap hari bertengkar, ribut, atau semacamnya. Tapi jika ada hal seperti ini, ayah dan anak ini berubah seperti malaikat saja.

Jiyeon menggeleng pelan, lalu tersenyum. Kupikir ada baiknya juga dia sakit, atau tertimpa masalah. Sikapnya langsung berubah manis, siapa namja yang tidak suka jika melihat dia tidak banyak tingkah seperti ini? Hahaha…

“Oppa, mengapa kau tidak sakit? Daebak!” dia bertanya keadaanku terlebih dahulu.

“Kau berharap aku sakit ya? Maaf saja doa-mu belum terkabul Jiyeon-ah… aku hanya sakit kepala tadi pagi, istirahat sebentar, lalu sembuh. Kudengar Myungsoo yang sakit, eo…” Salah bicara. Jiyeon terdiam mendengar ucapanku, tidak ada respon. Inilah salah satu masalah namja sepertiku, banyak bicara, banyak salah bicara. “Mianhae,”

“Sebenarnya ada apa Jiyeon-ah?” tanya Yoochun Samcheon. Jiyeon pun mulai membuka ceritanya. Dari semua kebodohannya selama dia bekerja menjadi android maid, sampai akhirnya ia ketahuan seorang manusia. Sesungguhnya, aku bingung harus merespon seperti apa. Sengaja tidak sengaja, sebenarnya aku terlibat dalam masalah Jiyeon-seorang-android-maid-yang-sebenarnya-manusia ini.

“Jinjja? Padahal aku sudah menyelesaikan android yang hampir mirip denganmu Jiyeon-ah! Aku berencana kau akan berpura-pura rusak, lalu aku memperbaikimu, dan terjadilah pertukaran kau dengan android yang sebenarnya,” seru Yoochun Samcheon semangat. Samcheon ini sedikit tidak rata otaknya, kurasa. Apa karena dia terlalu pintar, atau apa. Putrinya sedang dalam masalah, tapi ia malah bersemangat. Walaupun dia selalu seperti itu, sih. Apalagi yang berhubungan dengan robot atau semacamnya.

“Aku lelah selalu berpura-pura Appa… aku seperti memakai topeng. Menjalani tugas yang hampir sebulan itu layaknya batu. Itu bukan aku, itu palsu. Sebenarnya aku hanya pasir,” aku terhenyak mendengar ucapannya. Aku membayangkan bagaimana kehidupannya di rumah Myungsoo. Hampir sebula bersam dengan seorang Kim myungsoo. Pria itu keras, dingin, dan cuek. Apa ini juga salahku?

Yoochun Samcheon langsung mendekatkan tubuhnya kerah Jiyeon, lalu mendekap bahu yeoja itu. “Ahh… Mianhae Jiyeon-ah, ini semua salah Appa… Jeongmal mianhae,” ucapnya singkat. Pasti sangat mengena di hati Jiyeon. Yeoja itu berkaca-kaca, hampir menangis. Tidak bisa kutebak karena alasan apa.

“Appa, bisakah kau tinggalkan aku berbicara berdua dengan Chanyeol Oppa?” tanya Jiyeon melepas pelukan samcheon. Lalu beberapa saat kemudian kami hanya berdua.

“Oppa, mengapa Myungsoo Oppa sakit?” tanyanya padaku, wajahnya mengerut serius.

“Ehm… aku juga sebenarnya tidak tahu Jiyeon-ah… tadi pagi aku kebetulan meneleponnya, dan katanya dia sedang sakit, sepertinya demam, atau flu. Jangan khawatir, dia dirawat Krystal,” mendengar nama Krystal, Jiyeon kembali terdiam. Pandangannya beralih menggelitik cangkir bulat di hadapannya. Chanyeol pabbo! Apa yang kau katakan tadi? Mengapa harus menyebut Krystal, pabboya!

“Bisakah kau tanyakan pada Myungsoo oppa? Apakah dia membenciku? Atau semakin membenci yeoja? Aku sungguh khawatir. Tentunya, tanpa tahu kalau aku sepupumu, atau aku yang menyuruhmu, atau yang semacam itulah. Kau mengerti maksudku?”

Aku mengangguk. Walaupun sebenarnya tidak perlu kutanyakan lagi pada Myungsoo. “Geurae, arraseo Jiyeon-ah. Aku akan membantumu! Eoh, mianhae,”

Dia terperangah dengan kalimat maafku yang terlontar secara tiba-tiba. Aku merasa bersalah, karena kupikir ini salahku juga, walaupun sebagian besarnya adalah salah professor samcheon. “Untuk apa?” Mata cantiknya memandangku lekat. Sungguh, jika dia bukan sepupuku, atau ayahnya bukan Yoochun samcheon, pasti aku akan memacarinya. Dia memang menjengkelkan, tapi dia sangat polos, naif. Dengan tatapannya saja membuat namja akan luluh, atau dengan suara tawanya yang menyerbakkan suasana. Aku bahkan bisa saja langsung melamarnya. Myungsoo memang bodoh.

“Eoh? Anhiya, aku hanya minta maaf saja… ah! Karena membuatmu sakit hari ini!” Otakku kosong alasan, dan akhirnya menemukan yang tepat. Dia mengangguk, lalu tersenyum lembut.

-Myungsoo POV-

Sudah seminggu rumahku kembali sepi. Tanpa gerutuan Jiyeon, atau gonggongan Wang yang berlebihan. Tidak ada maid lagi, hanya Wang. Itu cukup, hanya aku merasa seperti ada sesuatu yang hilang. Bukan Jiyeon, tentunya. Hari-hariku semakin biasa saja. Tidak ada yang membantuku menaruh buku, bermain dengan Wang, atau memasakkan makanan lagi. Semua sepi. Seminggu juga aku hanya makan makanan instant yang kubeli di supermarket. Robot pelayanku, hanya memiliki system untuk membersihkan rumah, dengan penyedot debu di tangannya, bukan memasak.

Kupikir, apa yang aku lakukan memang salah, dan sedikit penyesalan yang datang dan aku rasakan. Tapi, aku juga tidak tahu sebenarnya aku harus melakukan apa. Jika Jiyeon tidak ketahuan, lalu apa? dia akan tetap menjadi android, dan terus menipuku?

Lalu, akupun tidak tahu harus merespon hal ini seperti apa, atau melakukan apa. Aku pasti akan canggung jika bertemu Jiyeon yang sungguhan menjadi manusia, tapi aku tidak mungkin diam saja. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kurasakan! Ah sungguh hal ini bisa membuatku gila! Bagaiman orang sepertiku bisa sakit kepala hanya karena masalah sepele?! Aku hanya khawatir, dan benar-benar dilemma. Berhari-hari aku memikirkan ini, tapi tak kunjung menemukan solusinya. Kupikir satu-satunya jalan keluar, adalah bertanya pada Chanyeol.

“Oppa!!!” hah, yeoja itu datang lagi. Yah, semenjak Jiyeon pergi, dia bebas saja keluar masuk ke rumah ini, bahkan ke kamarku. Jika ada Jiyeon, biasanya aku akan menyuruhnya untuk mengusir dia.

“Oppa, aku membawakanmu makanan! Kau tidak boleh makan makanan dalam kemasan it uterus! Itu tidak baik jika di konsumsi setiap hari,” ia mulai mengeluarkan belanjaannya, dan menatanya diatas meja sambil menasehatiku seperti ahjumma tetangga sebelah. Sementara ia sibuk berbicara, lebih baik aku kembali ke perpustakaan, melanjutkan pekerjaanku yang semakin menumpuk saja.

“OPPA!”

“Bisakah kau tidak berteriak? Kau kira aku tuli?! Jangan ganggu aku, aku akan bekerja!” sungguh yeoja ini membuatku lelah, karena harus banyak bicara untuk mengomelinya. Melelahkan.

Kini aku duduk tenang, di kursi empuk kebesaranku, di depan laptop serbaguna di hadapanku, dan di ruang tertutup sunyi perpustakaanku. Sebelum mulai bekerja, aku pasti memandang lukisan potret besar yang terpajang tepat didinding di hadapanku. Potret diri yeoja cantik yang sangat aku kagumi, potret yang sama persis seperti yang ada di kamarku. Lukisan itu memang tidak begitu jelas karena efek waterproof-nya, tapi sungguh klasik, dan akan membuat mood-ku naik.

Ya, dia ibuku. Benar-benar wanita berkepribadian yang sangat anggun. Benar-benar tipeku. Dan aku belum menemukan satu lagi wanita seperti itu selain dirinya. Bukan karena derajat atau status sosialnya yang tinggi, jadi terlihat berkelas. Bukan itu. tapi hati nuraninya yang lugu dan jujur, membuat siapa saja tak akan tega menyakitinya. Aku selalu berharap bisa mendapatkan yang seperti dirinya, atau paling tidak, keluguan dan hati nurani yang seperti miliknya. Tentu saja bukan Krystal. Dia jauh dari hal itu. Perempuan itu hanya cantik, mapan, berkelas memang, tapi jika dilihat dari status dan derajatnya yang berasal dari keluarga bermartabat. Tapi kupikir, mungkin saja, aku telah menemukannya. Perempuan yang seperti lukisan itu. Walaupun aku belum sepenuhnya yakin.

‘Ting Tong’ bel rumahku dibunyikan. Dua kali. Tiga kali. Baiklah, sepertinya Krystal sudah pergi karena tamu itu masih saja berniat memijat bel itu. android pembersih rumah juga tidak mungkin membukakan pintu utama, yah itulah kekurangannya.

Aku beranjak dari kursiku, menghembuskan nafas berat, lelah. Itulah pikiranku. Lalu melangkah santai menuju pintu untuk membukakan, dan mempersilahkan tamu itu masuk, jika penting. Aku membuka pintu besar bercat putih itu perlahan. Dan hanya bisa terperangah melihat siapa yang bertamu, orang di hadapanku.

“Kim Myungsoo…”

-To Be Continued-


Annyeong! Mianhae mianhae, saraghae saranghae reader-deul! Kesekian kalinya aku minta maaf, karena kekuranganku yang satu ini gak bisa diilangin. Udah dua bulan (aku kira) udah menghilang, aku emang berniat hiatus gitu *halahh karena urusan sekolah, dan kemaren aku baru aja selesai UAS, jadi langsung buru-buru ngepost…. Aku beneran cinta kalian para pembaca setia WP QueensInspirit ini!

Dan terlebih aku berharap kalian bisa lebih semangat kasih comment dan rating kalian untuk ff yang udah aku buat ini, jadi aku makin semangat juga buat ngepost chap barunya. Soalnya aku liat hiatus 2 bulan, comment-nya masih segitu-gitu aja:’’’(( Oh iya! Kalau kalian baca dengan teliti ya…. Sebenernya di chap ini, aku udah ngasih clue gitu, atau apa ya namanya? Tanda-tanda penyelesaian dari konflik ini loh! Hahaha…. Gausah di cari  juga sih, biar aja penasaran sm next chapnyaa:DD

Dan sebagai permintaan maafku *eaak aku bakal kasih ff Oneshoot special ultah Jiyeon nanti *lagi. Gapapa ya? Aku emang sukanya yang Oneshoot dan satu POV gitu sih. Bosenan banget aku orangnya… terus kabar baiknya, Author Ahn Hara bakal balik akhir juni, dan mudah-mudah bisa ngisi ff disini lagi! Eh panjang bgt nih curhatnya-_____- pokoknya GOMAWO!!!!!!

Advertisements

43 thoughts on “FF – Android Love (Chapter 4)

    • Senangnya udah ada chapter selanjutnya… Ini adalah ff yg selalu bkin penasaran… Next partnya di percepat yah.. Kalo bisa sih!! 😄

  1. Aaaaaahh senengnya udah ada kelanjutannya.
    Aku rasa Myungsoo udah naksir Jiyeon, cuma dia masih bingung karena bagaimanapun Jiyeon itu udah nipu dia. Pengen banget ngeliat mereka ketemu lagi, gapapa canggung-canggungan awalnya, biar makin gregret.
    Nah itu yang bertamu di rumah Myungsoo, Chanyeol kan?
    Kalau bisa next chap-nya lebih cepet ya hehe. Aku suka banget sama jalan ceritanya. Semangat authornya! 😊

  2. Kina Jiyeonlovers [DL] says:

    Yg dtang siapa?
    Jiyeon kah?
    Myungsoo itu udh suka sma jiyi tp yg bikin keselx dia itu gak sadar sma perasaanx atau mungkin gak mau ngaku sma perasaanx.
    Hahaha chanyeol oppa kykx keinginanmu yg mau jadiin jiyeon pacar+anae hnya akn jd harapan.wkwkwk.

    Ditunggu oneshoot nya nanti.

  3. ifahsiwonest says:

    huihhhh jiyi ketahuan…
    ahhh ga ada moment myungyeon dichap ini u,u

    lanjut aja thor penasaran tingkat akut

  4. android jiyeon telah berakhir~ Aihhh.. Siapa yg bertamu ?? Chan apa Jiye (?) dipart ini Banyak moment Chanyeol sama Jiyeon~ 😀 Inget Chan sepupu jgn disikat :p
    Fighting thor!!

  5. titi says:

    Ya ampun kenapa jiyeon harus lari dari myungsoo sihh
    Ya ampun sih krystal ganjen banget cari kesempatan
    Kira2 siapa ya yang manggil nama myungsoo

  6. Ahahah sepupu nya pun smpe trpesona sma uri jiyi jahahaha *lirik chanyeol* inget jngan di embat ye yeol.. Myung masih dlanda kbingungan u.u” sedih jga liat jiyeon kyak gtu, T.T” siapa itu yg dteng yeolie or yeonie siapa pun yg dteng mpleasse smoga myung dkasih pnjelasan ahahaha. Yayaya epep kaporite akhrnya muncul juga. Fighting yah 😀

  7. chacha says:

    Oh no berakhir sudah android Jiyeon. Kasian jiyeonnya…
    Dri kalimat myung yg mungkin dia udah menemukan wanita idealnya, aku rasa itu jiyeon ? Tpi myung beum yakin karna dia benci wanita dan jiyeon menipunya…
    Ihh krystal ganjen bgt -_- sebel sama perempuan macam dia.
    Ceritanya makin menarik dan mengharu biru hehe. Next partnya sangat2 ditunggu… Kalo bisa secepatnya ya. Keep writing.

  8. djeany says:

    Oh chanyeol lom juga kerumah myungsoo ya,udah satu minggu lho?dan yg terakhir siapakah yg datang ya kalau gak chanyeol ya jiyeon?

    akhirnya terbongkar juga kalau jiyeon itu bukan android.suka moment chan dan youchun fosil,lucu..hahaha

  9. dipost juga akhirnya, aduh itu TBC emang ngeganggu banget dah.
    siapa itu yang datang ke rumah myungsoo? jangan-jangan jiyeon ya? atau chanyeol?
    jadi itu foto eommanya jadi jiyeon salah paham dong?
    aduh myungsoo kamu dilema sekali ya, udah menemukan sosok yang hampir mirip kaya eomma pasti jiyeonkan?
    chapter berikutnya jangan kelamaan lagi ya di postnya, udah penasaran akut sama jalan ceritanya kaya gimana 🙂

  10. yeay update juga setelah 1 bulan wkwk
    iya ko, aku tau penyelesaian nya, hampir sih 😀
    itu yg dtg jiyeon kah?
    smga update nya cepet ya 😀
    myungyeon jjang, author jjang

  11. suciQueen'sL says:

    yee akhr na dipost jga lanjutn na. Penantian panjang thor. Jgn lama.lama d0nk thor ngelanjut na. Pkk na fighting bwt authore. ^_^

  12. yeonie says:

    akhirnya di next kkkk… lgi asik tbc. itu yg dteng bkin penasaran itu jiyeon apa chan aduhhh mkin seru ditambah myung udh tau jiyeon bkn android.

  13. Isti says:

    ish tbc nya apa bangetlah-_____- bikin geregeeeeettttt!!!!
    siapa ya yg bertamu itu sampe myungsoo terperangah gitu. apa itu jiyeon?
    chanyeol ih bikin ngakak terus deh perasaan =))
    aaaaaaaaaanini ditunggu banget kelanjutannya 😀 kalo bisa sih secepatnya 😀 kekeke

  14. elsa says:

    Wah ini hampir tiap minggu cek…….
    udah ada atau.blm lanjutan ffnya….
    Jujur aku suka bgt sm ff ini…
    Selain ceritanya menarik…
    Dan karakter myungyeon jg aku sk….
    Lanjut chapternya yg cepat ya….

  15. bonita nazlia says:

    Akhirnya sekian lama nunggunya akhirnya publis juga hehe
    Jiyeon udh jetauan jdi gmna nasip myungyeon? Dohh penasaran udh tbc aj
    D tunggu lanjutannya thor jgn lama” ya hehe penasaran abisnya dan tenttunya seru bangettt

  16. baby.dino says:

    Ɣƍ datang itu pasti chanyeol
    ayo myungsoo wanita yg kau cari itu sudah ada di depan mata,,,tinggal kau sadari saja. Cepat sebelum terlambat.

  17. heol~ says:

    akhirnya ff ini rilis jg haha 2 bulan bukan waktu yg sebentar kita nunggu xD kurang puas sama part ini problem belum terselesaikan haha myungyeon moment jg kurang tapi bikin deg2an sih baca kalimat selanjutnya apaan, krystal ngomong bae bikin gemes next part nya jangan lama lama ya author-nim

  18. wulandarry says:

    Aigoo ini ff daebak daebak daebak. . . Moga ajah myungsoo bisa lbih cepet tau kalau perasaan yg mengganggunya itu cinta myungsoo C I N T A. . . Aigoo jengkel deh liat kelakuan n sikap nya myungsoo oppa yg lemot binggow. . Oppa cepet temuin jiyeon unni dan bawa dy balik lagi ke rumah oppa dan blang oppa gak bisa hdup tanpa aku eeh eh tanpa jiyeon unni maksudnya hehe yg dteng itu chanyeol oppa yah. . ?

  19. Wah kyknya myungsoo gk marah tuh sma jiyeon n myungsoo jga suka sama jiyeon tuh? Smpai myungsoo slalu inget jiyeon.. Kira spa yg datang ke rmh myungsoo? Apa chanyeol ya? Ditunggu nextnya 🙂

  20. L~Jiyi says:

    Aauthor daebakk,, akhirr.y ada juga kelanjutan.y.. Tpi aku ketinggalan nih thor baca.y T_T tpi ga apa2lah yg penting aku suka banget ff.y.. Akhir.y penyamaran jiyi ketahuan juga.. Tpi ksian liat jiyi.. Kira2 sypa yah yang dtg ke rmh myungsoo?? Apa mungkin chanyeol?? Atau, Jiyi!!?? Waaahh,, jdi ga sbar baca ff slajut.y nih,, next thor,, kta.y diakhir bulan juni inikan ff selanjut.y di post,, ok, di tunggu yah thor,,, fighting!! ^^ gomawo~

  21. Eoahhhakhrnya updte jg..prokk prokkk

    Jd myung ud sdr klo jiyi mnsia trs aduhhh galau ny lelamaan bang . Hrs ny lu lgsg sldiki yg anter ntu robot syp. Pak yoochun tmy ama dy kok bs ad kelshn bgtu. Trs lorek korek identitas jiyi. Lu tu ud kecanduan ama jiyi bang jiyi itu ud ky naekoba bgimu klo g ad dy g rame. Wkkkk
    Chani pcrin jiyi aj gpp, toh bkn sedarah kan

  22. nanda says:

    kya’y myung dah mlai da rsa ma jiyi bkti’y dy mrsa da yg hlng stlh jiyi prg…ku hrp myung smkin ykin dgn prsaan’y n jgn mrh nee ap gi bnci…jiyi bsa jlsin ko alsn’y npa dy hrs mjd maid android…hehe
    kra” spa yuach yg dtg?

  23. yaah jadi galau gini. ya ampuuun -_- jiyi jatoh dari tangga lumayan sakit tuh. huhu. myungsoo merasa kehilangan yaa? jangan benci jiyo yah, hehehe. myungyeon jjang!!

  24. putri says:

    wahh aku bca kebut nih..Mian .. Krystal nyebeln bgt disini.Crewetnya mnta ampun..Aigo chanyeol oppa baik bgt..ya jls itu kn bias aq.. Myung kngen jiyi ya??.jiyi jga kngen tuh kayknya.Wihh di tunggu next nya..Yng dteng itu ciapa ya??..bkin pnasaran Next smangat

  25. Myungie says:

    Sebenernya myung itu ga marah sama jiyeon. malah kaynya myung udah mulai suka sama jiyeon. myung ngerasa kesepian dan mikirin trus jiyeon. itu tandanya myung emang bnr suka sama jiyeon, dan kira” yg datang ke rumah myung siapa ya?
    Jiyeon? atau Chanyeol?
    penasaran sama kelanjutannya!

  26. Myungyeon sakit demam karna kehujanan 😕 huh andai jiyi tau penyebab myunh demam itu karna hujan2an cuma buat cari dia ..
    Si krystal ngapain deh tiap hari dateng k.rumah myung terus? Itu yeoja ngak punya rasa malu karna ulah dia di masalalu kali ya 😠
    Ah siapa itu yg datang? Aku penasaran.. jiyi kah? Atau ada yg lain? Kepo sumpah ..
    Thor chapter selanjytx knp blm di post2? Aku penasaran nih sama kelanjutanx .. mian baru sempet baca skarang, padahal dirimu post chapter ini udah lama.. aku baru sempet baca soalx ..

  27. Thor ff ini kapan yah di lanjutx? Aku udah penasaran banget nih sama kelanjutanx.. aku udah 2X baca ini ff karna kangen skalian liat2 siapa tau udah ada lanjutanx eh taux belum 😕😕

  28. Aku udah baca ff ini sebelumx tapi aku baca lagi, abis kangen sama ff ini tapi ngak di lanjut2 sama authirny 😕
    Ayo thor cepet di lanjut, udah lama nih ff ngak di lanjut2 😕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s